HIJRAH ? PART. 1

hqdefault

Apa kabar semua teman dan saudaraku dimanapun kalian berada.

Apa kabar para penghuni dan pembaca blog gaje aku ini ?

Jujur aku sangat rindu untuk menulis lagi. Aku rindu membuat kata dalam puisi. Aku rindu merangkai kata indah yang menari dalam pikiranku. Aku rindu membuat FF, aku rindu buat cerpen, aku rindu dengan novelku yang tidak selesai-selesai, -bahkan aku udah lupa jalan ceritanya, hahaha- #abaikan

Aku rindu pada semuanya. Aku rindu pada masa kecilku. Aku rindu masa-masa sekolahku. Aku rindu saat masa aku sibuk stalker para bias kece idolaku. Aku rindu saat aku tidak tahu dan tidak mengerti kenapa bisa suka suka cinta secintanya sama laki-laki yang bernama KYUHYUN. Ada yang kenal gak sama dia ? coba ya kalo ketemu bilangin, Aku ‘sayang’ sama dia. Terimakasih karena dia udah nemenin aku saat galau. Saat aku sedih, resah, and….others sad thinks.

I’m a Korean girl? Of course I’m. I’m really like Korean guys, they are so handsome and cute, haha. But…Well laki-laki Indonesia gak kalah kece kok, masih ada beberapa orang yang gak kalah ganteng dari cowo korea. Contohnya siapa? Cari aja sendiri. Males ah kasih contoh, ntar ada yang ge-er #eh salah

Ok. Enough!  We end up of ‘gaje’ sentence above. We start to the real sentence wich I want to write here.

Ok, see the tittle, right ?

Hijrah ?

What the meaning of Hijrah for you guys ?

Pindah ?

that’s good. Clever!

Move on ?

Yes. 100 for you! #clap-clap

Move on = pindah = bergerak = berubah (maybe) = menuju jalan yang lebih baik. Ketempat yang lebih baik.

‘Kemana ? kamu mau pindah kemana ?’ said someone.

Dan dengan cool nya aku  bakal jawab. Pindah ke tempat yang lebih baik dari ini. Yang lebih menenangkan daripada ‘disini’. Ketempat yang lebih nyaman. Dan pastinya ketempat yang HANYA ORANG-ORANG TERTENTU YANG BISA MELAKUKANNYA #opss capslock jebol

‘mau kemana sih, jawab cepat aja napa’ -_-

Hehe sorry. Ok lets we begin

Pada suatu hari. Pada suatu titik yang aku gak tahu pasti kapan, aku ngerasa aku benar-benar ‘kelelahan’, ‘Kehilangan’, ‘rindu’. Aku merasa bingung sendiri. Kayak orang bego yang gak tahu harus ngapain. Gak tahu harus berbuat apa. Terasa ada yang ganjil tapi entah apa. Rindu sama siapa ? pacar aja gak ada.

aku bertanya-tanya dalam hati, Aku kenapa ? apa yang salah? Siapa ? siapa yang terlewatkan ? WHO ?

Ternyata sekarang aku menemukan jawabannya.

AKU KEHILANGAN ALLAH!!

Aku merindukan Allah.

Aku beribadah setiap hari. Sholat 5 waktu. Tapi kenapa aku masih merasa kehilangan. Coba tebak apa jawabannya.

Yap betul. Aku tidak benar-benar merasakan Allah pada setiap sholat ku. Aku terlalu egois pada Allah di setiap Doa yang panjatkan. Bacaan sholat yang tergesa-gesa entah di kejar apa. Gak focus, gak khusuk, sering lupa udah rakaat berapa, keseringan malas. Selalu mengucapkan ayat pendek yang itu-itu aja. An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Kawthar. Itu – itu aja terus di ulang dari sholat subuh sampai sholat isya. Dari semenjak bisa sholat sampai udah sebesar ini. Gak pernah ada niat buat nambah hapalan lain. Ada sih hapalan lain. Dan Iya juga sih gak 3 Surah itu doang aku baca setiap hari. Tapi itu keseringan. OFTEN you know. And its not good right. Kita harus memperbanyak bacaan dan hapalan ayat pendek. Itu baru ayat pendek gak bisa hapal-hapal. Apa lagi yang panjang, kayak Al-Baqarah. Mungkin entah sampai kapanpun aku gak bakal bisa hapal! (ya kalao gak di hapal. Tapi kan sekarang udah move on ;)))

Aku tidak benar-benar ‘mengenal’ agamaku. Padahal aku dilahirkan dari keluarga muslim yang taat. Kenapa bisa begitu ?

Apakah kalian pernah bertanya pada diri sendiri. Kita sholat buat apa sih ? kalo memang islam agama Allah. Kenapa Allah gak buat aja semua umat di bumi ini beragama islam ? kenapa ada banyak agama di dunia ini. Kenapa islam selalu di serang dan dianggap teroris oleh sebagian orang.

Dan pertanyaan simple seperti, Aku telat bangun subuh. Udah jam 6 lewat. Masih bisa sholat gak ya ? aku gak sholat zuhur tadi, ashar gak usah aja ah, ntar aja lagi sholat magrib. Eh tadi magrib udah. Isya gak usah ah, Males.ngantuk!

Dan pertanyaan yang paling besar. ‘Kenapa dia mau pakai jilbab panjang gitu ya ? sampai di tutup lagi sebagian wajahnya. Gak panas apa ? kan itu zaman dulu, kayak zaman jahiliyah. Kan ini udah modern. Emang Nabi nyuruh pakai jilbab kaya apa sih? Aku pakai jilbab udah bener gak ya ? baju aku kayak gini udah panatas belum di ‘bawa’ kelauar. Kira-kira Allah marah gak ya ?

Terus hal yang paling besar yang sangat sangat very very important aku pertanyakan adalah

‘ Ya Allah kenapa ya aku gak punya pacar ? temen-temen ku punya. Apa yang salah ya dalam diri ku. aku pengen punya pacar. Sekali aja, gak boleh ya, Ya Allah?’

Pasti pada ngakak kan bacanya. Sama aku yang nulis aja rada aneh. Tapi mau gimana, aku pengen banget nulis ini disini. In my second world. Karya ku aja ada disini, ya jadi ini mau di tulis dimana ? di papan tulis ? kan gak muat. #ok abaikan!

Kemudian doa yang sangat aku harapkan itu terkabul.

PUNYA PACAR!

Horee!! But, Wait guys. Don’t be happy too much. Itu bukan seperti yang aku harapkan dan yang kalian pikirkan. Punya pacar sih tapi jauh. Ketemu aja gak pernah. Cuman dari foto. Pacaran apaan tuh ? tapi berbekal dengan keteguhan hati yang sangat mendalam dan kepercayaan dan kesetiaan, aku menjalaninya. Padahal aku udah prinsip, gak bakal mau sama orang yang gak di kenal. Tapi entah kenapa, pada saat itu aku percaya aja semua apa yang dia bilang. ALL OF! OMG ! I’m crazy girl right? I know it. kenal enggak, bisa suka, jatuh cinta lagi. BODOH! Terus dia pergi. Yang sakit hati siapa ? Ya Akulah T.T

Oke, aku gak mau ya bahas terlalu lama tentang itu. Intinya aku merasakan yang namanya ‘Patah Hati’ dan butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkannya. Iyap betul. Sampai sekarang. Aku masih belajar untuk terbiasa dengan perasaan kehilangan itu. Dan kemudian Doa yang ku panjatkan tentang pacar menjadi ‘Ya Allah jodohkannlah aku dengan orang baik, dengan orang yang Kau pilihkan untukku. Dialah yang terbaik.’ nah ada perbedaan kan ?

Sampailah dimana aku melihat video-vidio tentang Suriah. Tentang Alleppo. Actually Alleppo is really really sad place. Until now. Maybe until you read this. So, I search in google then. About All of Syria. Where is  Syiria ? Where is Alleppo ? kenapa disana terjadi perang ? kenapa mereka diserang ? kenapa banyak anak-anak yang terluka ? yang terjadi pada mereka lebih parah dari apa yang di alami masyarakat Palestina. Kenapa ? WHY ? What happened there ? any somebody can tell me ?

Aku tidak bertanya apapun tentang itu pada orang-orang. Aku mencari tahu sendiri. Mendalami sendiri ceritanya. Mengorek-orek informasi sendiri ( dari google dan youtube ya maksudnya). Untuk memahami betul, sebenarnya mereka kenapa ?

And, guess What. ALL OF VIDEO I’VE WATCH MADE ME CRIED!!

WHY ? mereka dalam keadaan bahaya setiap harinya, namun mereka tidak pernah melupakan Allah. Mereka tetap taat pada Allah, dan bahkan anak-anak kecil disana masih sempat-sempatnya menghapal Qur’an di tengah ‘badai’ besar yang sedang terjadi pada mereka. Mereka kesulitan air! Kesulitan makanan! Tidak punya rumah! Tidak punya tempat berlindung dan bergantung! Dan itu membuatku berfikir, bagaimana mereka dapat melewati itu semua ?

Dan setelah beberapa waktu berlalu dan kembali memahami sendiri tentang kisah itu aku dapat menjawab sendiri semua pertanyaan-pertanyaan ku. pertanyaan konyol yang mungkin sebagian orang akan tertawa mendengarnya.

Mengapa mereka tetap tegar dan bertahan ?

Jawabannya ternyata hanya 1. Rasa percaya. That’s Right! Believe to GOD. To our ALLAH SWT.  Disanalah aku belajar apa arti Tauhid sebenarnya. Jika mereka meninggal. Jika anak/istri/suami mereka meninggal maka mereka meninggal dalam kemenangan dalam agama Allah. Mereka tidak menangis dan tidak sedih jika anggota keluarga mereka meninggal. Karena mereka yakin Allah akan memberikan surga untuk mereka. Dan dari kisah yang ku dengar dari salah seorang uztad yang ceramah tentang perjalanan relawan mereka ke Suriah, dia mengatakan bahwa betapa besar dan kuatnya keimanan anak-anak Suriah. Demi Allah mereka dalam keadaan yang ‘susah’ saat ini tapi mereka tetap tidak gentar dan tetap memperjuangkan Allah.

Apa kita tidak merasa malu ?

Kita bisa hidup bebas. Bisa bernafas dengan udara bersih setiap harinya. Punya rumah. Makananpun cukup. Sekolah bisa. Kuliah setiap hari, aman, tanpa ada gangguan suara bom yang tiba-tiba memborbardir gedung tempat kita berada. Punya smartphone. Leptop pun ada. Baju bagus, bisa jalan-jalan kemapun sesuka hati kita.

Lah mereka ??? apa yang mereka punya? Mereka tidak punya semuanya, namun aku belajar satu hal dari mereka, mereka punya satu hal yang paling penting yang tidak aku miliki, hal yang membuat aku berfikir, sebenarnya Aku hidup untuk apa ? baju bagus yang sekarang ku pakai ini nanti akan di bawa kemana ? rupa cantik ini, bagaimana cara mempertanggung jawabkannya ?

Mereka memiliki KETAATAN yang luar biasa. Mereka memiliki jiwa bersih yang hanya mengabdikan diri untuk sang pencipta. Mengapa aku tidak ? aku juga beragama islam. Dan aku juga menyembah Allah setiap harinya. Kenapa aku tidak memiliki perasaan seperti itu. Mungkin jika hal itu terjadi padaku, aku akan segera menyerah. Bunuh diri, mungkin ? untuk mengakhiri penderiaan yang tidak ada habisnya. Tapi mereka tidak, kan ? dan Subhanallah, anak-anak disana masih sempat-sempatnya menghapal Al-Qur’an. MENGHAPAL ya bukan MEMBACA! Mereka memiliki kecintaan yang luar biasa pada Al-qur’an.

Dan aku tidak punya perasaan seperti itu!

Baca Al-Qur’an sih dirumah, tapi artinya gak pernah dipahami. Aku iri pada mereka. Aku ingin seperti mereka. Memiliki perasaan cinta pada Al-Qur’an. Bukankah aku orang islam ? tapi kenapa malas baca Qur’an ? kenapa Al-Qur’an hanya jadi pajangan ? bukankah Uztad bilang Al-Qur’an adalah penyelamat di hari akhir nanti. Terus kenapa aku masih saja tidak mengerti betapa pentingnya untuk membaca dan memahami Al-Qur’an? Bukankah ayat pertama yang turun adalah Iqra’. Bacalah. Jadi Allah memerintahkan kita untuk membaca, kan ? Lalu kenapa aku masih saja lalai ?

TBC

Maafkan ya jika menemukan typo dimana-dimana. Kalimat bahasa inggris yang belepotan. Dan kalimat alay lainnya. Dan maafkan saya jika membuat kalian bingung dan tidak mengerti dengan kalimat di atas. Mungkin bagi teman-teman yang membaca cerita ini punya pendapat atau mau sharing cerita, boleh di tulis di kolom komentar ya. Kita berbagi bersama. Mana tahu bisa jadi sahabat baik. Aku sedang belajar, dan memutuskan untuk meulis ini pun juga butuh waktu. Ini sengaja di potong ceritanya disini soalnya biar gak bosen. Ini udah terlalu panjang, Ok, I will come back soon

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s